Abdul Kadir Karding Resmi Menjabat Ketum PERBASASI, Arah Kebijakan Ditekankan pada Pembinaan dan Pencapaian Prestasi
Transisi kepemimpinan di tingkat federasi olahraga nasional kembali menarik perhatian publik dan pemangku kepentingan dunia angkat besi maupun binaraga. Abdul Kadir Karding kini resmi menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Persatuan Olahraga Binaraga dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PERBASASI). Pilihan ini menandai pembukaan babak baru dalam mengelola ekosistem olahraga yang menuntut ketegasan, visi jangka panjang, serta pemahaman mendalam terhadap dinamika atlet di lapangan.
Dalam menyampaikan arah kebijakan masa depannya, Kadir Karding tidak berkutat pada retorika semata. Ia secara eksplisit menempatkan dua pondasi utama sebagai agenda prioritas, yaitu penguatan sistem pembinaan atlet dan penentuan target prestasi yang realistis namun ambisius. Keduanya saling berkaitan erat, karena infrastruktur pengembangan manusia tidak akan bermakna jika tidak diiringi dengan standar kompetisi yang terukur.
Mengapa Perubahan Pimpinan PERBASASI Menjadi Momentum Penting?
Federasi olahraga berfungsi sebagai tulang punggung pengembangan talenta dari tingkat kabupaten hingga representasi negara. Selama beberapa tahun terakhir, berbagai tantangan mulai muncul, mulai dari kesenjangan fasilitas antarwilayah, kurangnya standardisasi modul pelatihan, hingga minimnya data pelacakan progres atlet. Kondisi ini membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjembatani kebutuhan dasar atlet dengan tuntutan kompetisi modern.
Kehadiran Abdul Kadir Karding di posisi Ketua Umum PERBASASI dianggap sebagai respons strategis atas kebutuhan tersebut. Pengalaman dan rekam jejaknya di tubuh organisasi memberikan gambaran bahwa pendekatan manajemen yang digunakan cenderung berbasis kebutuhan lapangan. Alih-alih mengandalkan pendekatan administratif semata, fokus dialihkan pada bagaimana setiap jenjang usia dan kategori berat badan dapat menerima layanan optimal sesuai kapasitas masing-masing.
Revitalisasi Pembinaan: Dari Akar Rumput Hingga Standar Internasional
Pembinaan atlet tidak bisa lagi dilakukan dengan cara lama yang seringkali bersifat ad hoc. Kadir Karding menegaskan bahwa PERBASASI akan menerapkan kerangka kerja pembinaan yang terstruktur, transparan, dan berkelanjutan. Langkah pertama yang akan dieksekusi adalah audit menyeluruh terhadap program pelatihan di seluruh perwakilan daerah. Data mengenai jumlah atlet aktif, rasio pelatih dengan peserta, serta ketersediaan peralatan latihan akan dijadikan acuan distribusi bantuan dan alokasi tenaga ahli.
Selain aspek teknis, pengembangan non-teknis juga menjadi perhatian serius. Program edukasi disiplin, manajemen waktu, kesehatan mental, dan perencanaan karir pasca-kompetisi akan diintegrasikan ke dalam jadwal latihan rutin. Atlet tidak hanya dipandang sebagai mesin pembuat medali, melainkan sebagai individu yang memerlukan perlindungan holistik agar dapat performans optimal dalam jangka panjang.
Kolaborasi dengan lembaga pendidikan vokasi dan universitas olahraga juga akan digencarkan. Tujuannya adalah mencetak SDM pendukung yang kompeten, mulai dari analis performa, fisioterapis bersertifikat, hingga manajer tim yang memahami regulasi federasi internasional. Tanpa rantai pendukung yang solid, kemajuan teknik latihan akan sulit ditranslasikan menjadi hasil nyata di papan peringkat.
Target Prestasi: Peta Jalan yang Jelas dan Terukur
Membangun sistem pembinaan tanpa target prestasi dengan membangun rumah tanpa atap. Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa prestasi bukanlah tujuan akhir yang bersifat ego sektoral, melainkan cerminan efektivitas sebuah organisasi dalam mengembangkan potensi manusia. PERBASASI akan menyusun roadmap prestasi yang dibagi dalam tiga tingkatan horizon.
- Horizon pertama berfokus pada konsolidasi kekuatan di arena regional, termasukSEA Games dan kejuaraan Asia kategori junior maupun senior.
- Horizon kedua menargetkan penetrasi konsisten ke babak unggulan di World Championships serta kualifikasi otomatis untuk olimpiade.
- Horizon ketiga mencakup program jangka panjang untuk menghasilkan atlet dominan di kelas berat tertentu yang dapat menjadi wajah olahraga angkat besi dan binaraga Indonesia di panggung global.
Pencapaian target ini akan didukung oleh teknologi monitoring kinerja, simulasi kondisi kompetisi stres tinggi, serta evaluasi berkala bersama tim teknisi independen. Transparansi dalam proses seleksi atlet untuk mewakili negara juga akan ditegakkan ketat demi menjaga kepercayaan publik dan motivasi internal atlet.
Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Keberlanjutan Program
Tidak ada federasi yang dapat beroperasi secara isolasi. Kadir Karding mengakui bahwa keberhasilan pembinaan dan tercapainya target prestasi sangat bergantung pada sinergi multidimensi. Koordinasi intensif dengan Kemenpora, pemerintah daerah, serta asosiasi sponsor akan ditingkatkan melalui mekanisme kontrak kinerja yang jelas.
Model kemitraan dengan industri swasta akan dirancang agar tidak bersifat transaksional semata, melainkan bernilai strategis. Dana CSR yang sebelumnya sering tersebar tanpa targeting akan diarahkan ke pembangunan fasilitas standar nasional, program beasiswa atlet dari daerah tertinggal, serta penelitian sport science yang relevan dengan morfologi atlet Indonesia.
Di sisi lain, pengawasan keuangan akan diterapkan dengan sistem pelaporan terbuka. Setiap pengeluaran terkait program pembinaan, pelaksanaan kejuaraan, serta perjalanan kompetisi akan dapat diakses oleh stakeholder yang berkepentingan. Kepercayaan publik adalah aset paling mahal dalam olahraga, dan tata kelola yang akuntabel adalah kunci mempertahankannya.
Warisan yang Ingin Dibangun
Di balik semua rencana strategis, terdapat filosofi mendasar yang diusung Abdul Kadir Karding sebagai Ketua Umum PERBASASI. Prestasi olahraga memang layak diperingati, tetapi warisan terbesar justru terletak pada bagaimana suatu bangsa membekali generasi mudanya melalui olahraga. Disiplin, kerja keras, kemampuan mengatasi tekanan, dan semangatSportivitas adalah nilai yang tidak tergantikan oleh pelajaran teori manapun.
Dengan meletakkan pembinaan dan prestasi sebagai dua roda penggerak utama, Kadir Kading berusaha memastikan bahwa PERBASASI tidak hanya hidup dari masa lalu, tetapi siap memelopori gelombang baru kesuksesan. Setiap langkah kebijakan akan terus dievaluasi berdasarkan dampaknya terhadap perkembangan atlet, kepuasan pelatih, serta kejelasan jalur karir ke depan.
Kesimpulan
Penetapan Abdul Kadir Karding sebagai Ketua Umum PERBASASI menandai awal dari transformasi manajemen olahraga binaraga dan angkat besi di Indonesia. Fokus utamanya yang konsisten pada penguatan sistem pembinaan dan penentuan target prestasi terukur menunjukkan pemahaman strategis atas kompleksitas industri olahraga modern. Integrasi antara pengembangan kompetensi atlet, penguatan jaringan pendukung, serta tata kelola keuangan yang transparan akan menjadi pembeda utama selama masa kepemimpinannya.
Jika komitmen ini dijalankan secara disiplin dan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat olahraga, bukan sekadar harapan belaka ketika prestasi gemilang di ajang regional maupun dunia akan terus tercipta. PERBASASI di bawah arahan Kadir Kading siap membawa standar baru, di mana setiap atlet mendapatkan kesempatan tumbuh maksimal, dan setiap medali yang diperoleh merupakan buah dari ekosistem yang sehat, profesional, serta berkelanjutan.